Biaya Publikasi Jurnal SINTA 6
Biaya publikasi jurnal SINTA 6 secara umum berkisar dari gratis (Rp0) hingga sekitar Rp1.500.000 per artikel, dengan rentang paling sering ditemui di angka Rp350.000–Rp1.200.000 untuk Article Processing Charge (APC) mandiri. Angka ini jauh lebih murah dibanding SINTA 1–3 karena SINTA 6 berada di kelas akreditasi nasional dengan skor terendah, yaitu 30–39.
Namun, satu hal penting: tidak ada tarif tunggal yang berlaku untuk semua jurnal SINTA 6, karena setiap pengelola jurnal menetapkan kebijakan biayanya sendiri-sendiri. Sebelum memutuskan, kamu tetap perlu memverifikasi biaya dan status akreditasi langsung di sumber resminya, dan caranya akan dibahas tuntas di bagian akhir artikel ini.
Apa Itu Jurnal SINTA 6 dan Mengapa Penting bagi Mahasiswa?
SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem indeksasi dan pemeringkatan jurnal ilmiah nasional Indonesia yang kini dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), setelah sebelumnya berada di bawah Kemdikbud Ristek. Sistem ini membagi jurnal terakreditasi ke dalam enam peringkat, dari SINTA 1 (tertinggi) hingga SINTA 6 (terendah), berdasarkan Permenristekdikti Nomor 9 Tahun 2018 dan Perdirjen Risbang Nomor 19 Tahun 2018.
Khusus untuk Jurnal SINTA 6, skor akreditasinya berada di kisaran 30–39. Meski berada di kelas paling bawah, jurnal ini tetap menjalani proses akreditasi resmi lewat sistem Arjuna dan tetap melalui proses peer review, bukan sekadar terbit tanpa seleksi.
Bagi mahasiswa, relevansi SINTA 6 biasanya muncul dalam tiga konteks:
- Syarat kelulusan program sarjana atau pascasarjana di sejumlah kampus yang mewajibkan publikasi sebagai pengganti atau pelengkap skripsi/tesis.
- Jalur publikasi pertama yang lebih realistis bagi penulis pemula karena proses seleksinya relatif tidak seketat SINTA 1–3.
- Portofolio akademik awal sebelum menyasar jurnal dengan peringkat lebih tinggi atau jurnal bereputasi internasional.
Berapa Kisaran Biaya Publikasi Jurnal SINTA 6 Tahun 2026?
Karena setiap jurnal punya kebijakan masing-masing, cara paling jujur untuk menjelaskan biayanya adalah lewat rentang, bukan angka pasti. Tabel berikut merangkum gambaran umum biaya APC mandiri di seluruh tingkatan SINTA sebagai pembanding.
| Peringkat | Skor Akreditasi | Kisaran APC Mandiri (Estimasi) | Kemungkinan Gratis |
|---|---|---|---|
| SINTA 1 | 85–100 | Rp2.000.000 – Rp5.000.000+ | Ada, terutama jurnal milik PTN |
| SINTA 2 | 70–84,9 | Rp2.000.000 – Rp5.000.000 | Ada |
| SINTA 3 | 60–69,9 | Rp1.000.000 – Rp3.000.000 | Cukup banyak |
| SINTA 4 | 50–59,9 | Rp300.000 – Rp1.500.000 | Banyak |
| SINTA 5 | 40–49,9 | Rp200.000 – Rp1.000.000 | Sangat banyak |
| SINTA 6 | 30–39 | Rp0 – Rp1.500.000 (umumnya Rp350.000–Rp1.200.000) | Sangat banyak |
Catatan: angka di atas adalah estimasi pasar berdasarkan praktik umum penerbitan jurnal nasional, bukan tarif resmi yang ditetapkan pemerintah, karena memang tidak ada standar tarif APC nasional untuk jurnal SINTA.
APC Mandiri vs Biaya Jasa Pendampingan Publikasi
Dua angka biaya yang sering tertukar di lapangan adalah APC langsung ke jurnal dan biaya jasa pendampingan publikasi. APC adalah biaya yang dibayarkan langsung ke pengelola jurnal untuk menutup biaya editorial, layout, dan pengelolaan sistem OJS. Sementara itu, jasa pendampingan adalah layanan pihak ketiga yang membantu proses submit, revisi, hingga memastikan naskah terbit, dengan tarif yang biasanya jauh lebih tinggi, sekitar Rp1.000.000–Rp2.000.000 untuk level SINTA 6 karena sudah mencakup proofreading, pengecekan similarity, dan pendampingan revisi.
Bagi mahasiswa dengan anggaran terbatas, submit mandiri ke jurnal yang APC-nya rendah atau gratis biasanya jadi pilihan paling hemat, meski waktu tunggu reviewnya cenderung lebih lama, sekitar 1–6 bulan.
Faktor yang Memengaruhi Besaran Biaya
Beberapa faktor yang membuat biaya antar-jurnal SINTA 6 bisa berbeda jauh meski sama-sama satu peringkat:
- Rumpun ilmu: jurnal bidang teknik atau kesehatan kadang mengenakan biaya layout lebih tinggi dibanding ilmu sosial.
- Dukungan institusi: jurnal yang didanai penuh oleh universitas negeri atau lembaga pemerintah cenderung gratis bagi penulis.
- Kecepatan terbit: jurnal yang menjanjikan Letter of Acceptance (LOA) cepat biasanya mengenakan biaya lebih besar untuk menutup biaya reviewer tambahan.
- Model akses: jurnal open access penuh umumnya mengenakan APC karena tidak punya pemasukan dari pelanggan, sedangkan jurnal hybrid kadang punya opsi tanpa biaya dengan akses terbatas.
Apakah Ada Jurnal SINTA 6 yang Gratis untuk Mahasiswa?
Ya, dan jumlahnya cukup banyak. Banyak jurnal SINTA 6 yang dikelola program studi di perguruan tinggi negeri tidak memungut biaya sama sekali karena operasionalnya sudah ditanggung anggaran institusi. Konsekuensinya, proses seleksi di jurnal gratis ini biasanya lebih ketat dan waktu tunggu review lebih panjang, bisa 3–6 bulan, karena pengelola tidak bergantung pada pemasukan dari penulis untuk menjaga keberlangsungan terbit.
Jika kamu memang menyasar jurnal gratis, prioritaskan jurnal yang dikelola perguruan tinggi negeri atau lembaga pemerintah, lalu cek halaman “Author Fees” atau “APC Information” di situs resmi jurnal tersebut sebelum mengirim naskah.
Cara Menemukan dan Memverifikasi Jurnal SINTA 6 yang Benar-Benar Aktif
Bagian ini yang paling sering terlewat oleh kebanyakan panduan: sebuah jurnal yang hari ini berstatus SINTA 6 belum tentu masih berstatus sama tahun depan. Akreditasi jurnal ilmiah di Indonesia berlaku selama 5 tahun untuk SINTA 1–2, sementara jurnal SINTA 3–6 dapat mengajukan reakreditasi atau kenaikan peringkat lebih cepat setelah menerbitkan minimal satu nomor edisi baru. Artinya, daftar nama jurnal yang statis berisiko cepat basi, baik karena jurnal naik peringkat, turun peringkat, maupun karena akreditasinya kedaluwarsa dan belum diperbarui.
Cara paling andal adalah menarik datanya langsung dari sumber resmi, dan berikut langkah persisnya:
- Buka portal resmi SINTA di sinta.kemdiktisaintek.go.id, lalu masuk ke menu “Sources” atau “Journals”.
- Gunakan filter akreditasi dan pilih peringkat S6, lalu kombinasikan dengan filter bidang ilmu agar sesuai jurusanmu.
- Cek bagian “Accreditation History” pada halaman detail jurnal. Bagian ini menampilkan rentang tahun berlakunya akreditasi; jika rentang tahunnya sudah lewat dan belum ada update, anggap status jurnal tersebut belum pasti dan tanyakan langsung ke editor.
- Kunjungi situs resmi jurnal yang tercantum di SINTA, lalu periksa halaman “Author Guidelines”, “Submission”, atau “Author Fees” untuk konfirmasi biaya dan kepastian jurnal masih aktif menerima naskah.
- Pastikan menggunakan OJS aktif dan DOI yang berfungsi. Jurnal abal-abal sering menampilkan logo akreditasi tapi linknya rusak atau templatenya tidak diperbarui.
Tanda Peringatan Jurnal Predator yang Mengatasnamakan SINTA
Karena murahnya biaya SINTA 6 sering dimanfaatkan oknum, beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi: jurnal meminta pembayaran sebelum proses review selesai, tidak ada riwayat terbitan yang konsisten di OJS, identitas dewan editor tidak jelas atau tidak bisa ditelusuri, serta klaim “dijamin terbit” tanpa proses seleksi sama sekali. Jurnal SINTA resmi, sekalipun di peringkat 6, tetap mencantumkan nomor SK akreditasi dan riwayat terbitan yang bisa dicek silang di portal SINTA maupun ISSN resmi dari BRIN.
Tips Menghemat Biaya Publikasi untuk Mahasiswa
- Kolaborasi dengan dosen pembimbing yang memiliki dana penelitian aktif sering menjadi cara termudah mendapat dukungan biaya publikasi.
- Cek kebijakan waiver APC sebelum memutuskan jurnal target, karena beberapa jurnal menyediakan keringanan biaya untuk penulis tanpa dana riset.
- Manfaatkan hibah LPPM atau Dikti dengan mendaftarkan rencana publikasi sejak awal penelitian agar ada alokasi anggaran resmi.
- Bandingkan beberapa jurnal SINTA 6 di bidang yang sama sebelum submit, karena selisih biaya antar-jurnal bisa cukup signifikan untuk fokus keilmuan yang serupa.
Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya
Biaya publikasi jurnal SINTA 6 memang termasuk paling terjangkau di seluruh tingkatan SINTA, dengan banyak opsi gratis bagi mahasiswa yang bersedia menunggu proses review lebih lama. Yang lebih penting daripada angka biayanya adalah memastikan jurnal tersebut benar-benar aktif dan akreditasinya masih berlaku, karena status SINTA bisa berubah sewaktu-waktu setelah periode reakreditasi.